Metro Bogor Indonesia

Ratusan Petani Sukaresmi Lawan Pengosongan Paksa PT Bukit Jonggol Asri

Metro Bogor Indonesia — Sejumlah 119 warga Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang menjadi penggarap lahan eks PTPN VIII menyatakan perlawanan keras terhadap PT Bukit Jonggol Asri (BJA) menyusul instruksi pengosongan lahan yang dinilai sepihak dan tidak manusiawi.

Konflik pecah pada Selasa (17/3/2026) saat alat berat (bulldozer) milik perusahaan mulai melakukan land clearing tanpa proses dialog terlebih dahulu. Warga yang mengelola lahan seluas 63 hektare tersebut mengecam tindakan PT BJA yang hanya memberikan tenggat waktu pengosongan 3×24 jam—sebuah instruksi yang dianggap mustahil dan menindas. 

“Kami warga pribumi, ingin diperlakukan secara manusiawi. Kami memiliki legalitas dari desa sebagai penggarap, bukan penyerobot. Seharusnya ada pemberitahuan jauh-jauh hari, bukan diusir paksa dalam tiga hari,” tegas perwakilan warga.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana mencekam yang bercampur amarah. Para petani hanya bisa menyaksikan tanaman yang menjadi sumber penghidupan mereka diratakan dengan tanah tanpa ada musyawarah maupun kompensasi.

“Kebun kami digaruk begitu saja tanpa pamit. Habis semua! Kami mengeluarkan biaya besar untuk mengurus lahan ini, tapi mereka masuk seolah kami tidak punya harga diri,” keluh salah satu petani dengan nada getir.

Warga menegaskan posisi mereka sebagai penggarap resmi yang mengantongi izin dari pemerintah desa setempat. Mereka menuntut PT BJA segera menghentikan seluruh aktivitas di lapangan sebelum ada solusi yang adil bagi masyarakat yang telah menggantungkan hidup di lahan tersebut selama bertahun-tahun. 

Kini, warga menyatakan akan terus bertahan di lokasi guna mempertahankan hak mereka. Mereka mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) dan pihak berwenang untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi guna mencegah bentrokan fisik. Warga menuntut kehadiran negara agar kepentingan korporasi tidak serta-merta menggilas hak-hak rakyat kecil.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *